animasi beregerak naruto
animasi  bergerak gif
My Widget
Energi Alternatif | Wahyu Sufi
Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Sonic The Hedgehog - Sonic

About

RSS

Pages

Tampilkan postingan dengan label Energi Alternatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Energi Alternatif. Tampilkan semua postingan
Post Icon

Panel Surya Pembangkit Listrik Tenaga Surya


Membangkitkan listrik sendiri di rumah? Itu dimungkinkan dengan pemasangan panel surya / solar cell, panel surya - solar cell mengubah sinar matahari menjadi listrik. Listrik tersebut disimpan di dalam aki, aki menghidupkan lampu. 
Dalam penggunaan panel surya / solar cell untuk membangkitkan listrik di rumah, ada beberapa hal yang perlu kita pertimbangkan karena karakteristik dari panel surya / solar cell:
  • Panel surya / solar cell memerlukan sinar matahari. Tempatkan panel surya / solar cell pada posisi dimana tidak terhalangi oleh objek sepanjang pagi sampai sore.
  • Panel surya - solar cell menghasilkan listrik arus searah DC.
  • Untuk efisiensi yang lebih tinggi, gunakan lampu DC seperti lampu LED.
  • Instalasi kabel baru khusus untuk arus searah DC untuk perangkat berikut ini misalnya: lampu penerangan berbasis LED (Light Emiting Diode), kamera CCTV, wifi (wireless fideliity), dll.
instalasi listrik tenaga suryaKalau kita membuat rumah baru, disarankan untuk  menggunakan PLN dan panel surya  / solar cell. Panel surya / solar cell digunakan untuk sebagian penerangan (dalam hal ini menggunakan arus searah DC) dan PLN untuk perangkat arus bolak balik AC seperti: Air Conditioning, Lemari Es, sebagian penerangan dll.
Bila listrik DC yang tersimpan dalam aki ingin digunakan menyalakan perangkat AC: pompa air, kulkas, dsbnya maka diperlukan inverter yang dapat mengubah listrik DC menjadi AC. Sesuaikan kebutuhan daya yang dibutuhkan dengan panel sel surya, inverter, aki.

Lampu LED sebagai Penerangan Rumah

Saat ini sudah ada lampu hemat energi yang menggunakan DC seperti lampu LED. Bandingkan lampu LED 3 Watt setara dengan Lampu AC 15 Watt.
 Kekurangannya adalah:
Instalasi kabel baru untuk lampu LED.
* Biaya pengadaan lampu yang lebih mahal.
Keuntungannya adalah:
* Penggunaan energi yang kecil
* Keandalan lampu LED 10 x lampu standard biasa
* Penggunaan kabel listrik 2 inti.
 Lampu AC Lampu LED 
Voltage 220 VAC 12 VDC 
Watt15 Watt 3 Watt 
Lifetime 6,000 jam 50,000 jam 
Harga + Rp. 25,000+ Rp. 250,000

Panel Surya / Solar Cell untuk Listrik AC

Bila kita berkeinginan untuk menggunakan energi sel surya untuk peralatan rumah lainnya, ikuti contoh perhitungan berikut ini.
Bila kita membutuhkan daya listrik Alternating Current sebesar 2000W selama 10 jam per hari ( 20KWh/hari ) maka dibutuhkan 24 panel sel surya dgn kapasitas masing-masing 210WP dan 30 aki @12V 100Ah. Ini berdasarkan perhitungan energi surya dari jam 7 pagi s/d jam 5 sore ( 10 jam ) dan asumsi konversi energi minimal 4 jam sehari.
Energi surya  Jumlah panel sel surya Kapasitas panel sel surya  Perhitungan Hasil 
 4 jam 24 panel 210 Watt  4 x 24 x 210 20.160 Watt hour
Dasar perhitungan jumlah aki adalah 2 x 3 x kebutuhan listriknya.
Adanya faktor pengali 3 untuk mengantisipasi bila hujan/mendung terus-menerus selama 3 hari berturut-turut.  Sedangkan faktor pengali 2 disebabkan battery tidak boleh lebih dari 50% kehilangan kapasitasnya bila ingin battery-nya tahan lama, terutama untuk battery kering seperti type gel dan AGM.  Dengan kata lain diusahakan agar DOD ( Depth of Discharge ) tidak melampaui 50% karena sangat mempengaruhi life time dari battery itu sendiri.
Jumlah Aki  Voltage  Ampere  Perhitungan  Hasil  
100 12 Volt 100 Ampere hour  100 x 12 x 100 120.000 Watt hour 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Batang Jagung Jadi Solusi Bahan Bakar Baru


INILAH.COM, Madison – Perusahaan Wisconsin berhasil mengubah batang jagung dan serpihan pinus menjadi bahan bakar. Biofuel ini menjadi bahan bakar pertama dari bahan selain bahan makanan.
Headline
Pendiri dan kepala teknologi Virent Energy Systems Randy Cortright menyebut pengembangan ini ‘terobosan penting bagi perusahaannya dan industri biofuel secara keseluruhan’. Teknologi Virent menjadi salah teknologi yang diuji National Advanced Biofuels Consortium.
Sementara biofuel ethanol bisa digantikan minyak, bahan bakar dari jagung atau tanaman pangan lain bisa membuat harga tanaman pangan meroket.
"Manusia tak memakan serpihan pinus dan batang jagung," ungkap Manajer Pemasaran Virent Kelly Morgan.
Hal tersebut membuat Virent menggunakan bahan itu untuk bahan bakarnya. Virent berencana memulai produksi bahan bakar ini dalam kuantitas komersil sebelum akhir 2015.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Bahan Bakar Air Laut


REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNGPINANG --Air laut bakal menjadi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan di Provinsi Kepulauan Riau, kata pakar marine saint Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau, Eddiwan.
"Penyulingan air laut menjadi biodiesel yang merupakan bahan bakar energi alternatif telah berhasil kami uji tinggal lagi penyesuaian mesin kapal yang cocok untuk biodiesel tersebut," kata Eddiwan.

Penyesuaian mesin kapal maksud dia apakah biodiesel tersebut cocok untuk mesin berbahan bakar premium atau solar.
Ia mengatakan, pemanfaatan tekologi biodiesel dari air laut itu merupakan program Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Riau (DKP Kepri) untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar minyak.
"Teknologinya sederhana bahkan dapat dilakukan oleh nelayan yang tidak bersekolah sekalipun," ungkap Eddiwan yang memperoleh gelar magister dari Tokyo University.

Air laut yang akan disuling diendapkan dulu dalam bak penampungan dan kemudian disuling dengan alat penyulingan berukuran 0,1 mikron (plankton net). Air laut sulingan itu akan menghasilkan minyak sel yang berasal dari biota-biota yang hidup di laut.

Alumnus Boston University ini mengatakan, teknologi biodiesel dari air laut telah dipakai di Amerika namun untuk skala industri, sedangkan yang dibuatnya untuk skala kecil terutama untuk bahan bakar kapal nelayan dan listrik di rumah masyarakat yang bermukim di pulau-pulau.

Ia mengatakan pernah mempresentasikan teknologi air laut itu di Kementerian Kelautan dalam rapat teknis untuk pengembangan biodiesel di Indonesia, tetapi idenya itu ditolak dengan alasan mahal.
"Padahal kalau saja kementerian mau maka pemerintah tidak susah mengajak masyarakat hemat energi karena lingkungan laut ada untuk mendapatkan energi listrik dan teknologinya tidak mahal, masyarakat awam pun dapat membuatnya," ungkap Eddiwan yang juga Kepala Bidang Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan DKP Kepri.

Itu sebabnya, lanjut dia, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berinisiatif mengembangkan teknologi listrik dengan memanfaatkan air laut ini. Pada 2012 biodisel tersebut baru dalam tahap penerapan lapangan dan pada 2013 didistribusikan ke masyarakat serta sosialisasi.
"Kelak tidak hanya pompong (kapal nelayan) yag berbahan bakar biodiesel air laut tapi juga kendaraan bermotor lainnya termasuk sebagai bahan bakar pesawat," katanya.
Menurut dia, semua perairan di Tanah Air bisa menghasilkan biodiesel asalkan saja perairan tersebut tidak tercemar.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Bahan Bakar Alternatif dari Sabut Kelapa dan Spesies Alga

Berawal dari keprihatinan makin meningkatnya pemanasan global akibat penggunaan bahan bakar fosil, sejumlah mahasiswa dari FMIPA Universitas Sam Ratulangi tertarik untuk mulai mengembangkan sejumlah bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan diolah dari tanaman dan spesies hewan yang bisa dijumpai di sekitar kita.

Ada dua jenis bahan bakar alternatif ramah lingkungan yang coba untuk dikembangkan beberapa mahasiswa ini yaitu bahan bakar  biogas dari sabut kelapa dan  biodiesel dari minyak alga.

Vinny Kojong misalnya. Mahasiswi jurusan Kimia FMIPA Unsrat ini mengaku tertarik untuk mulai mengembangkan bahan bakar ramah lingkungan dalam bentuk biogas dari sampah sabut kelapa.

Sebagai langkah awal untuk memuluskan rencananya ini, Vinny dan beberapa orang rekannya telah mengajukan proposal penelitian mereka untuk diperlombakan dalam kompetisi OSN-Pertamina 2012 untuk kategori lomba Sciense Project belum lama ini.

"Kita tahu bersama sabut kelapa kebanyakan hanya merupakan limbah dari pengolahan kelapa itu sendiri. Mengapa tidak kita kembangkan untuk dijadikan bahan bakar biogas," ungkapnya kepada Tribun Manado belum lama ini.

Vinny mengaku ide untuk mengembangkan bahan bakar biogas dari sabut kelapa diambilnya setelah banyak membaca tentang kandungan dalam sabut kelapa yang berpotensi dijadikan bahan bakar biogas.

"Di dalam sabut kelapa itu mengandung selulosa, hemiselulosa, dan lignin, yang merupakan tiga bahan dasar dalam proses pembuatan bahan bakar biogas. Dalam proyek ini, untuk beberapa kilogram sabut kelapa bisa menghasilkan biogas yang bisa menjadi bahan bakar kompor gas selama seminggu," jelasnya.

Vinny mengaku bersama kelompok penelitiannya dalam waktu dekat akan mulai merealisasikan ide penelitian mereka ini. "Semoga usul proposal kami bisa menang di OSN-Pertamina supaya dapat tambahan dana untuk proyek ini," ungkapnya semringah.

Berbeda dengan Vinny, San Paris Mataputun, mahasiswa jurusan Kimia FMIPA Unsrat juga memiliki ide untuk mengembangkan bahan bakar ramah lingkungan lain yaitu Biodiesel.

"Bahan bakar biodiesel ini bisa digunakan untuk menggantikan fungsi bahan bakar solar," ujarnya kepada Tribun Manado.

Menurut Paris, bahan dasar pembuatan bahan bakar biodieselnya ini diambil dari minyak spesies alga acanthopora sp yang banyak dijumpai di pesisir pantai.

"Dalam tubuh alga ini mengandung sekitar 54,27 persen asam lemak total yang merupakan bahan baku pembuatan biodiesel," ujarnya.

Dalam proposal yang disusunnya untuk diperlombakan di ajang OSN-Pertamina 2012 kategori science project ini, metode penelitian yang digunakan adalah metode transesterifikasi.

"Asam lemak total yang telah diekstrak dari tubuh alga ini kemudian akan diproses melalui metode transesterifikasi menjadi metil ester yang kemudian akan diolah dalam proses lanjutan untuk dijadikan bahan bakar biodiesel," jelasnya.

Paris menambahkan, untuk 5 kilogram alga acanthopora sp setelah melalui serangkaian proses ini akan bisa dihahasilkan sekitar 2,5 liter bahan bakar biodiesel, yang bisa dijadikan bahan bakar alternatif pengganti solar.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS